01/02/16

Homo Bukan Penyakit, Tapi Menular

Kecemasan saya terhadap semakin gencarnya pergerakan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di Indonesia membuat saya tergelitik untuk menulis uraian berikut.

Menurut saya, jika fenomena LGBT ini dibiarkan berkembang, maka sudah pasti umat manusia diambang kepunahan. Kenapa begitu? karena nggak ada cewek yang akan melahirkan anak-anak! karena ceweknya seneng sama cewek dan yang cowok sukanya sama cowok!  ga ada pembuahan cuyyy! :O

Salah satu tujuan pernikahan adalah menghasilkan keturunan, rite?
Tapi kalo cowok senengnya sama cowok, trus cewek maunya sama cewek? trus yang cewek pada ganti kelamin jadi cowok dan sebaliknya, yang cowok pada ganti kelamin jadi cewek? piye toh?
Belum lagi yang biseksual, sama cowok - cewek juga bisa, lha.. itu apa ga kena penyakit kelamin menular?? sifilis, kencing nanah, herpes, kutil kelamin, HIV-AIDS..  hiiyyy.. *amit-amit ketok meja*

Ahh.. nggak punah kok. Pake bayi tabung kan bisa. Trus sewa rahim cewek deh..
Helow.. Yaiya kalo lo banyak duit, kalo lo miskin ato cuma kerja kantoran biasa, lo kira bayi tabung biayanya murah.. ??

Menurut jurnal ilmiah Archives of Sexual Behavior, homo bukan penyakit, tapi bisa menular!!!
Perilaku homoseksual dapat menular ke orang lain akibat pengaruh lingkungan di sekitarnya. Salah satunya adalah jika di lingkungan sekitarnya mayoritas adalah homo/lesbi.
Jadi buat kamu yang bekerja/tinggal/bergaul di lingkungan yang banyak kaum homo/lesbi-nya, beware yahh.. :O

gay (photo by google)

LGBT di Indonesia

LGBT  (singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender), mendadak kembali booming sejak Negeri Paman Sam melegalisasi pernikahan LGBT pada 26 Juni 2015. Dunia menyambut legalisasi tersebut dengan suka cita, masyarakat beramai-ramai memuji langkah USA tersebut.

Di Indonesia, beberapa artis secara terang-terangan mendukung gerakan LGBT ini, sebut saja Sherina, Anggun, Aming, adalah sederet selebritas asal Indonesia yang tanpa sungkan mendukung gerakan LGBT ini.

Sejak bergulirnya pengakuan Amerika atas pernikahan LGBT, para LGBT yang ada di Indonesia dan  pengikutnya, seolah mendapat angin segar untuk mengukuhkan keberadaan mereka. Mereka yang sebelumnya bergerilya, sembunyi-sembunyi, malu, takut ketahuan.. kini secara terang-terangan mengkampanyekan gerakan LGBT ini melalui media massa secara gencar!

Mereka berusaha menarik simpati dan dukungan dari masyarakat bahwa LGBT bukanlah sesuatu yang menyimpang, bahwa homoseksual, lesbi, perilaku sex menyimpang, bukan hal yang tabu.
Bahkan, akhir-akhir ini malah terdengar kabar bahwa gerakan LGBT di Indonesia mulai berkampanye di sekolah dan kampus, tempat siswa menuntut ilmu! (mudah-mudahan itu cuma hoax yaks.. :O)

Padahal, menurut UU Perlindungan Anak dan KUHP disebutkan, anak tidak boleh diinformasikan apapun yang buruk, yang tidak sesuai dengan usianya. Dalam UU juga disebutkan, jika melakukan persetubuhan dengan anak, maka hal itu adalah tindakan pidana, sehingga pemahaman atau propaganda LGBT dilarang keras untuk disebarkan kepada anak-anak.

Untungnya, masih ada sederet petinggi negeri yang mau melongok masalah ini dengan serius. Sebut saja Menristek, Mendikbud Anies Baswedan, Walikota Bandung Ridwan Kamil, Anggota DPR M. Nasir Jamil, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Penggiat dan Komisioner Perlindungan Anak Indonesia Erlinda, yang secara tegas melarang kampanye LGBT.

Namun, ke-7 orang ini malah dilaporkan oleh organisasi Arus Pelangi (organisasi yang menaungi LGBT) ke Komnas HAM karena ke-7 orang tersebut menolak kampanye LGBT di media sosial. Organisasi ini merasa tersinggung dan merasa dilanggar hak asasinya. 

Apakah organisasi LGBT itu tidak berpikir bahwa mereka juga harus bisa menghargai hak orang lain untuk hidup sehat, lurus, dan tidak melakukan sex menyimpang? Sepertinya hal itu tidak ingin disadari oleh mereka.

Homoseksual di Jaman Nabi Luth

Dalam kitab suci Al-Quran, disebutkan bahwa kaum homoseksual ini telah ada sejak jaman Nabi Luth. apa yang terjadi pada kaum homoseksual di jaman itu?

Di jaman itu, para lelaki cenderung kepada sesama jenis mereka, bukan kepada wanita. Bahkan, secara terang-terangan kaum homoseksual tersebut akan menangkap orang asing, atau musafir, atau tamu yang memasuki kota, yang berjenis kelamin laki-laki.

Hal tersebut berlangsung terus-menerus, dari hari-ke hari, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun. Nabi Luth  berusaha sabar dan terus berdakwah untuk menyadarkan kaumnya. Namun, usahanya seperti terhimpit dinding batu. Ia nyaris putus asa. Di tengah kegalauannya, Nabi Luth berdoa pada Allah SWT agar menolongnya dan menghancurkan orang-orang yang berbuat kerusakan.

Doa Nabi Luth dijabah.. Para malaikat yang menyerupai manusia datang ke kota tempat Nabi Luth berada.  Di tepi sebuah sungai, di pinggir kota, anak perempuan Nabi Luth yang sedang mengisi tempat airnya dengan air sungai, terkejut dan heran saat melihat beberapa pria yang memiliki wajah tampan mempesona menghampirinya.

Salah seorang malaikat berkata pada anak kecil itu, "Wahai Nak, apakah ada rumah di sekiar sini?"
Anak itu terdiam. Ia teringat bahwa di kota banyak kaum homo yang pasti akan menculik para pria tampan ini jika ia membawa mereka ke rumahnya.

Anak kecil itupun berkata, "Kalian tunggu di sini sebentar, aku akan memanggil ayahku."
Ia pun meninggalkan tempat itu dan pergi memanggil Nabi Luth.

"Ayah.. Ayah.. ada pemuda-pemuda tampan yang ingin menemuimu di pintu kota, dekat sungai. Aku belum pernah melihat wajah mereka," ucap sang anak gugup.
Mendengar hal itu, Nabi Luth segera berlari menuju tamu-tamunya. Ketika Nabi Luth melihat mereka, beliau merasa keheranan yang luar biasa karena wajah yang begitu rupawan dari tamu-tamunya tersebut.

Nabi Luth pun bertanya pada mereka, dari mana asal mereka dan apa tujuan mereka. Tamu-tamunya tersebut tidak menjawab pertanyaan Nabi Luth. Mereka malah minta agar dijamu oleh Nabi Luth. Nabi Luth tampak malu mendengar hal itu. Ia pun mempersilahkan tamu-tamunya mengikutinya.

Dalam perjalanan menuju rumah, sesekali Nabi Luth menoleh ke belakang dan berkata, "Saya belum pernah melihat kaum yang lebih keji daripada penduduk di kota ini." Ia berkata demikian agar tamu-tamunya tersebut mengurungkan niat untuk bermalam di kotanya. Tetapi tamu-tamunya tidak menggubris ucapan Nabi Luth. Mereka tetap berjalan dalam keadaan diam.

Karena tak digubris, Nabi Luth pun meminta pada tamu-tamunya untuk tinggal sementara di sebuah kebun, sambil menunggu malam tiba. Saat gelap menyelimuti penjuru kota, Nabi Luth mengajak tamunya berjalan menuju rumahnya. Tak seorangpun penduduk kota yang melihat tamu-tamunya tersebut, kecuali istri Nabi Luth.

Istrinya yang kafir, segera keluar rumah dan memberitahu kaumnya bahwa di dalam rumahnya ada beberapa pria dengan paras tampan rupawan. Berita itupun menyebar cepat ke seantero kota. Berbondong-bondong kaum Nabi Luth datang menghampiri rumahnya.

Nabi Luth kontan merasa kaget melihat banyak orang di depan rumahnya. Ia bertanya pada dirinya sendiri, siapa gerangan yang memberitahu warga tentang tamu-tamunya. Ia pun mencari-cari istrinya di rumah tapi tak ditemukannya. Bersedihlah hati Nabi Luth.

Nabi Luth keluar dari rumah, menemui kaumnya. Ia berkata, "Hai kaumku, inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertawakallah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?" (QS. Hud: 78).

Kaumnya malah tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan Nabi Luth. Mereka menjawab, "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki." (QS. Hud: 79).

Mendengar jawaban kaumnya Nabi Luth masuk ke dalam rumah dengan marah. Di luar rumah, orang-orang mulai berteriak mencemooh, dan memukul-mukul serta mendorong pintu rumahnya. Di dalam rumah, tamu-tamu Nabi Luth terlihat duduk dalam keadaan tenang. Nabi Luth merasa heran dengan ketenangan tamu-tamunya tersebut.

Di luar, pukulan terhadap pintu rumah semakin menjadi-jadi. Perlahan, keadaan pintu mulai rusak. Nabi Luth pun berteriak, "Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)," (QS. Hud: 80).

Mendengar ucapan Nabi Luth para tamunya tiba-tiba bangkit dan berkata, "Hai Luth sesungguhnya kami adalah utusan utusan Tuhanmu, sekali-sekali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu,." (QS. Hud: 81).

Tiba-tiba pintu terbelah. Jibril bangkit dan ia menunjuk dengan tangannya secara cepat sehingga kaum Nabi Luth kehilangan matanya. Jibril membuat mereka buta. Mereka pun berjalan pontang-panting saling tabrak, tak tahu arah.

"Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal." (QS. Al-Qamar: 37-38)

Para malaikat pun menoleh pada Nabi Luth dan memerintahkan padanya untuk membawa keluarga dan pengikutnya keluar dari kota itu pada tengah malam.

"Pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang pun di antara kalian yang tertinggal, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka adalah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?" (QS. Hud: 81)

"Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim. " (QS. Hud: 82-83)

Menurut keterangan dari para ulama:
Dengan sayapnya, Jibril menghancurkan tujuh kota mereka. Jibril mengangkat semuanya ke langit. Jibril membalikkan tujuh kota itu dan menumpahkannya ke bumi. Saat terjadi kehancuran, langit menghujani mereka dengan batu-batu dari neraka Jahim. Yaitu batu-batu yang keras dan kuat yang datang silih berganti. Neraka Jahim terus menghujani mereka sehingga kaum Nabi Luth musnah semuanya. Tiada seorang pun di sana. Semua kota-kota hancur dan ditelan bumi. Hancurlah kaum Nabi Luth dan hilanglah kota-kota mereka.

foto ilustrasi (source: google)

"Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak dijalan yang masih tetap (dilalui manusia)." (QS. al-Hijr: 76)

"Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi, dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?" (QS. ash-Shaffat: 137-138)

Para ulama berkata:
Ke-7 kota itu menjadi sebuah danau yang aneh di mana airnya asin dan derasnya lebih besar dari derasnya air laut yang asin. Di dalam danau ini terdapat batu-batu tambang yang mencair. Ini mengisyaratkan bahwa batu-batu yang ditimpakan pada kaum Nabi Luth menyerupai butiran-butiran api yang menyala. Ada yang mengatakan bahwa danau yang sekarang bernama al-Bahrul Mayit atau Laut Mati yang terletak di Palestina adalah kota-kota kaum Nabi Luth.

sumber cerita : http://quran.al-shia.org

Saya coba mengutip satu dari Tiga Nasihat Tere Liye (penulis novel Pulang) terhadap gerakan LGBT yang semakin meresahkan ini:

"Untuk para cowok  yang sudah terlanjur genit, centil, manja,  dan para cewek yang malah niru-niru cowok, yuks segera dilatih untuk berubah, didisiplinkan. Bukannya malah dibiarin, trus bilang: "Inilah hidupku, aku memang sudah terlahir begini". Itu argumen ngasal, tidak benar, mana ada bayi yang pas lahir langsung alay, melambai, melainkan dirinya sendiri dan lingkungan sekitar yang membuatnya begitu." - Tere Lie



Salam

Ifa Abdoel


Tidak ada komentar:

Posting Komentar